Meraih Cinta Allah Dunia dan Akhirat
Dan
di antara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain
Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun
orang-orang yang beriman sangat cinta kepada Allah. Dan jika seandainya
orang-orang yang berbuat dzalim itu mengetahui ketika mereka melihat siksa
(pada hari kiamat), bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya dan bahwa Allah
amat berat siksaan-Nya (niscaya mereka menyesal). (QS. Al-Baqarah:165).
Cinta adalah sebuah anugerah dari
Allah yang mewarnai hidup manusia. Cinta membuat manusia bisa berbuat apa saja.
Sebesar apapun resikonya mereka akan tetap maju tanpa memperhatikan aral yang
melintang. Hakikat sebuah cinta yang sebenarnya adalah Allah. Ketika kita
menyukai seseorang itu hanyalah cinta yang bersifat fana dan akan sirna seiring
dengan berjalannya masa. Tapi cinta kepada Allah akan kekal abadi sampai akhir
zaman. Ketika saudara-saudara
kita mengatakan cinta hanya kepada Allah, berarti mereka telah berikrar dan
berkomitmen selalu menyertakan Allah dalam setiap detik dalam hidupnya,
kemanapun dan dimanapun ia berada. Allah
SWT berjanji dengan janji yang pasti ditepati, dalam Al-Qur'an :
"Sesungguhnya Allah sangat mencintai orang yang bertaubat dan orang yang
mensucikan dirinya...." didalam ayat lain : "Amat sangat beruntung,
sukses, menang, orang yang mensucikan jiwanya dan merugi orang yang
mengotorinya...". Dengan kata lain : Apapun..., yang membuat kita bisa
bertaubat itu adalah Rizki, karunia, jalan menuju cinta Allah. Apapun
kejadiannya, yang membuat kita bisa bertaubat itu semua adalah jalan untuk
mendapat cinta Allah. Kejadian apapun, sepahit apapun, segetir apapun yang
membuat kita semakin bersih maka itu adalah nikmat dari Allah, Karunia yang
membuat kita bisa termasuk orang yang dicintai Allah. Jangan sibuk melihat
kemudahan, kelapangan, pujian, penghargaan, mendapatkan apa yang kita inginkan,
mencapai apa yang kita sukai belum tentu nikmat, itu belum tentu jalan untuk
mendapat cinta Allah.
Dalam melakukan aktivitas
sehari-hari tentunya kita melakukan banyak kesalahan dan dosa. Jika kita
bersungguh-sungguh dalm meraih cinta Allah, akan senantiasa beristighfar dan
bertaubat terhadap semua dosa yang diperbuat. Yang patut kita ingat "APAPUN
YANG MEMBUAT KITA SEMAKIN BISA TAUBAT, APAPUN YANG MEMBUAT KITA SEMAKIN BERSIH
ADALAH JALAN UNTUK MENDAPATKAN CINTA ALLAH...!!!". Jadi, taubat adalah
salah satu jalan untuk meraih cinta Allah di dunia dan di Akhirat.
Sedangkan dalam hadis Nabi
dijelaskan bahwasannya orang yang sedang jatuh cinta cenderung selalu mengingat
dan menyebut orang yang dicintainya (man ahabba syai’an katsura dzikruhu), kata
Nabi, orang juga bisa diperbudak oleh cintanya (man ahabba syai’an fa huwa
`abduhu). Kata Nabi juga, ciri dari cinta sejati ada tiga :
(1)
lebih suka berbicara dengan yang dicintai dibanding dengan yang lain
(2)
lebih suka berkumpul dengan yang dicintai dibanding dengan yang lain, dan
(3)
lebih suka mengikuti kemauan yang dicintai dibanding kemauan orang lain/diri sendiri.
Bagi
orang yang telah jatuh cinta kepada Allah
SWT, maka ia lebih suka berbicara dengan Allah
Swt, dengan membaca firman Nya, lebih suka bercengkerama dengan Allah SWT dalam I`tikaf,
dan lebih suka mengikuti perintah Allah
SWT daripada perintah yang lain.
Dalam kisah-kisah yang lain
disebutkan Sesungguhnya di antara sebab yang bisa mendatangkan kecintaan Allah
kepada seorang hamba adalah membaca al Qur`an dengan khusyu' dan berusaha
memahaminya. Sehingga tidak mengherankan, apabila kedekatan dengan al Qur`an
merupakan perwujudan ibadah yang bisa mendatangkan cinta Allah. Para
salafush-shalih, ketika membaca al Qur`an, mereka sangat menghayati makna ini.
Sehingga ketika membaca al Qur`an, seolah-olah seperti seorang perantau yang
sedang membaca sebuah surat dari kekasihnya. Al Hasan al Basri
berkata,"Sesungguhnya orang-orang sebelum kalian menganggap al Qur`an
adalah surat-surat dari Rabb mereka. Pada malam hari, mereka selalu
merenunginya, dan akan berusaha mencarinya pada siang hari". Seandainya
kita berpikir, sungguh ini merupakan keistimewaan yang luar biasa. Allah Yang
Maha Besar, Maha Tinggi, Raja Diraja, mengkhususkan khitab (pembicaraan) dan
kalamNya untuk manusia yang penuh dengan kelemahan ini. Allah memberikan kepada
mereka kemuliaan untuk berbicara, berkomunikasi dengan-Nya.
Kesimpulannya, cara-cara untuk meraih cinta Allah di dunia dan akhirat diantaranya adalah senantiasa bertaubat ketika dalam kesesatan, dan senantiasa menjadikan al-Qur’an tidak hanya sebagai bacaan semata tetapi sebagai pedoman hidup juga yang nantinya akan menuntun kita untuh meraih cintaNya di dunia maupun di akhirat.
-Akh Eko Siswanto-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar